CIBEUREUM KULON --- Selama tiga tahun terakhir, Rumah Baca Motekar Desa Cibeureum Kulon tidak hanya menjadi tempat membaca dan mengakses bahan bacaan, tetapi terus berkembang menjadi ruang belajar dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu kegiatan yang secara konsisten diselenggarakan adalah Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan C melalui Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal.
Kehadiran pendidikan kesetaraan menjadi semakin penting dalam upaya meningkatkan capaian pendidikan masyarakat. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kabupaten Sumedang tahun 2025 mencapai 9,27 tahun untuk penduduk berumur 15 tahun ke atas, berdasarkan hasil pengolahan Susenas.
Data tersebut menjadi salah satu gambaran capaian pendidikan masyarakat sekaligus menunjukkan pentingnya memperluas kesempatan belajar, khususnya bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
Sekretaris Desa Cibeureum Kulon, Handri Novianto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pemanfaatan Rumah Baca Motekar sebagai ruang pendidikan merupakan bagian dari upaya menjadikan perpustakaan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Perpustakaan jangan hanya menjadi tempat membaca. Perpustakaan harus menjadi ruang masyarakat untuk belajar, berkembang dan menemukan kesempatan baru dalam kehidupannya,” ungkap Handri."
Selama tiga tahun berjalan, Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan C di Rumah Baca Motekar menjadi salah satu bentuk nyata Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Perpustakaan tidak berhenti pada fungsi penyediaan buku dan informasi, tetapi berkembang menjadi ruang pendidikan, pembelajaran dan pemberdayaan.
Pendidikan kesetaraan bukan sekadar memberikan kesempatan memperoleh ijazah. Lebih dari itu, program ini membuka kembali kesempatan untuk belajar, meningkatkan pengetahuan, membangun kepercayaan diri, serta memperluas peluang masyarakat untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Melalui keberlanjutan program tersebut, Desa Cibeureum Kulon berupaya ikut berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung penanganan angka putus sekolah dan anak tidak sekolah di Kabupaten Sumedang.
Tiga tahun perjalanan ini menjadi bukti bahwa ketika perpustakaan dibuka untuk kebutuhan masyarakat, ruang baca dapat bertransformasi menjadi ruang belajar, ruang pemberdayaan, dan ruang tumbuh bagi masa depan.
Rumah Baca Motekar•
Membaca • Belajar • Bertumbuh • Memberdayakan. (HN.)