CIBEUREUM KULON - Desa Cibeureum Kulon terus berinovasi dalam menghadirkan pemberdayaan masyarakat yang holistik dan berkelanjutan melalui Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) berbasis pendekatan graduasi. Program ini menjadi salah satu strategi Pemerintah Desa dalam mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH–BPNT agar mampu meningkatkan keterampilan, pendapatan, serta kemandirian ekonomi secara bertahap dan terukur.
Untuk kedua kalinya, program pemberdayaan masyarakat berbasis KUBE yang dikembangkan oleh Pemerintah Desa Cibeureum Kulon kembali mendapatkan perhatian dan diliput oleh TV Nasional (Kamis, 5/2). Hal ini menjadi pengakuan atas praktik baik pemberdayaan desa yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga terintegrasi dengan layanan sosial dasar masyarakat.
Kepala Desa Cibeureum Kulon, Gun Gun Turganda, S.H., menyampaikan bahwa program KUBE merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah desa dalam memutus rantai ketergantungan bantuan sosial.
“Pemberdayaan masyarakat berbasis KUBE ini kami rancang sebagai proses, bukan sekadar program bantuan. Melalui pendekatan graduasi, kami ingin KPM PKH–BPNT memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan kemampuan usaha sehingga ke depan mereka bisa mandiri dan berdaya,” ujar Gun Gun Turganda.
Program pemberdayaan masyarakat di Desa Cibeureum Kulon dilaksanakan melalui beberapa klaster utama, yaitu KUBE PKH UMKM, KUBE PKH Pertanian, dan KUBE PKH Peternakan. Ketiga klaster tersebut disesuaikan dengan potensi dan minat KPM agar proses pemberdayaan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Kepala Desa menjelaskan bahwa KUBE PKH UMKM di Desa Cibeureum Kulon dikembangkan secara terintegrasi dengan optimalisasi fungsi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya dalam mendukung peningkatan ekonomi dan kesejahteraan keluarga.
“Posyandu tidak hanya kami tempatkan sebagai pusat layanan kesehatan dasar, tetapi juga kami dorong menjadi ruang pemberdayaan masyarakat. Posyandu Gemilang 6 kami manfaatkan sebagai sekretariat dan pusat aktivitas KUBE PKH UMKM, sehingga posyandu benar-benar hidup, produktif, dan berdampak,” tambahnya.
Pemanfaatan Posyandu Gemilang 6 sebagai pusat kegiatan KUBE PKH UMKM menjadi wujud transformasi posyandu menjadi simpul layanan terpadu. Selain pelayanan kesehatan ibu dan anak, posyandu juga menjadi wadah penguatan kapasitas keluarga melalui kegiatan ekonomi produktif, pelatihan keterampilan, dan pengembangan usaha berbasis kelompok.
Pendekatan ini sejalan dengan semangat Posyandu 6 SPM, yang menempatkan posyandu sebagai pusat layanan masyarakat yang tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.
Keberhasilan Posyandu Gemilang 6 dalam mendukung pemberdayaan KUBE PKH UMKM diharapkan dapat menjadi role model bagi posyandu-posyandu lainnya di Desa Cibeureum Kulon. Pemerintah Desa mendorong agar posyandu ke depan tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan dasar semata, tetapi juga berkembang menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang produktif dan berkelanjutan.
Seluruh program KUBE, baik UMKM, Pertanian, maupun Peternakan, dijalankan dengan pendekatan graduasi, yaitu proses pendampingan bertahap yang menekankan pada peningkatan kapasitas, perubahan pola pikir, penguatan manajemen usaha, hingga kesiapan KPM untuk mandiri secara ekonomi.
Melalui sinergi antara pemberdayaan KUBE dan optimalisasi fungsi Posyandu 6 SPM, Pemerintah Desa Cibeureum Kulon terus berkomitmen menghadirkan pembangunan desa yang inklusif dan terintegrasi. Dari Cibeureum Kulon, praktik baik ini diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain bahwa desa mampu menjadi pusat layanan masyarakat yang tidak hanya sehat, tetapi juga produktif, mandiri, dan berdaya. (HN.)